Government Science Program Launches Magazines and Appoints the Boards of ELPPEDA

Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) pada kamis (30/6) melakukan Launching Majalah dan Pelantikan Laboratorium Pemerintahan dan Perencanaan Daerah (ELPPEDA) di Gedung A FISIP lantai tujuh. Acara dibuka secara langsung oleh PD II FISIP UB, Ahmad Imron Rozuli, SE, M.Si.

Dalam sambutannya  Imron menyampaikan sangat bangga dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan. Menurutnya kegiatan seperti ini harus didukung agar kedepannya semakin baik.

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Aswin Ariyanto Asiz, S.IP, M.Devst bangga akan prestasi dan keaktifan mahasiswanya.

“Banyak prestasi yang telah diberikan mahasiswa ilmu pemerintahan selama tiga tahun ini sehingga saya tidak terkejut lagi,” ungkapnya.

Pada acara inti dilaksanakan Launching ELPPEDA dan Majalah edisi pertamanya. Untuk ELPPEDA sendiri dibagi dalam empat lembaga yaitu E-Club, Elppeda Community, Research and consulting, dan Media. E-Club memiliki fokus pada program kerjasama dengan lembaga beasiswa dari luar negeri. Manfaatnya adalah jika ada mahasiswa program studi ilmu pemerintahan yang ingin meneruskan studinya ke luar negeri tidak perlu susah payah mencari informasi. Elppeda Community menyiapkan mahasiswa yang siap untuk dikirim dalam berbagai perlombaan debat. Elppeda RnC melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga survei, seperti yang sudah pernah terjalin yaitu Lingkaran Survei Indonesia (LSI).  Sehingga mahasiswa dapat ikut serta dan belajar bagaimana menjadi seorang surveyor. Dan terakhir untuk Elppeda media, divisi ini berfokus pada penerbitan buku dan majalah.

Pada Seminar Nasional memperingati Hari Anti Tembakau Internasional mendapatkan antusias besar dari para peserta, karena tema seminar ini menjadi tema yang selalu menimbulkan sikap pro dan kontra. Materi seminar disampaikan Staf perkumpulan IDEA Yogyakarta, Valentina Sri Wijiyati. Wiji menyampaikan terdapat 7000 bahan kimia dan 69 zat penyebab kanker terdapat di dalam rokok.

“ Tidak hanya itu saja, fakta perokok di Indonesia terdapat 60 juta lebih perokok yang rata-rata merokok 12 batang perharinya. Dan tidak menutup kemungkinan perokok di Indonesia akan cenderung meningkat setiap tahunnya dengan adanya hal tersebut,” pungkasnya. [oni/rian]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *