HIMAP Profile

Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan yang selanjutnya disingkat HIMAP.  Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan didirikan di FISIP Universitas Brawijaya Malang pada Hari Minggu tanggal 12 Juni 2011 Pukul 13.00 WIB.  Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan bertempat dan berkedudukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang.

Kedaulatan tertinggi Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan berada di tangan anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya, melalui Musyawarah Besar (MUBES) Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya. Kedudukan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan berada koordinatif dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP  (BEM FISIP) Universitas Brawijaya.

Adapun azaz, prinsip dan landasan HIMAP sebagai organisasi tertuang dalam AD/ART HIMAP, yaitu :

BAB III

AZAS, PRINSIP DAN LANDASAN

Pasal 6

Azas Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan adalah Pancasila.

Pasal 7

Prinsip Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan adalah kebenaran dan keadilan, dengan menjunjung tinggi komitmen, integritas dan solidaritas serta mengedepankan aspirasi dengan bersikap kritis, beretika, transparan dan bertangung jawab demi Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang Independen.

Pasal 8

Landasan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan:

1. Pancasila

2. UUD 1945

3. Tri Dharma Perguruan Tinggi

4. AD / ART Lembaga Kedaulatan Mahasiswa  FISIP (LKM FISIP) Universitas Brawijaya.

5. AD / ART Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya.

 

Selain itu, Himap juga memiliki lambang, makna dan mars yang juga tertuang dalam AD/ART HIMAP, yaitu :

BAB X

LAMBANG, MAKNA DAN MARS

Pasal 16

Lambang Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya (HIMAP UB) terinspirasi budaya barat dan timur. Budaya barat diwakili dengan tangkai zaitun dan budaya timur diwakili dengan lambang kejayaan masa lalu yaitu “Sinar Surya Majapahit”.

558417_3601143150849_520827702_a 

Pasal 17

Tangkai zaitun berdaun sering dipakai sebagai lambang perdamaian dan telah lama menjadi bagian kebudayaan Barat. Di dalam masyarakat ini dahan zaitun menjadi lambang perdamaian dan telah ditanam sejak ratusan tahun yang lalu untuk diambil buahnya yang sedap. Dari filosofi tersebut dapat kita ambil intisari bahwa dengan tumbuhnya zaitun akan membawa perdamaian serta warna hitam melambangkan keabadian. Dengan makna filosofi tersebut para mahasiswa Ilmu Pemerintahan bisa mengaktualisasikan individunya sendiri dengan segala potensinya dan berimplikasi eksternal bagi perdamaian masyarakat secara berkelanjutan.

 

Sedangkan Sinar Surya Majapahit adalah lambang kejayaan Nusantara masa lalu yakni pada masa kerajaan majapahit yang berhasil mempersatukan nusantara. Dari lambang di atas terdapat 8 sinar yang yang mengembang disisi-sisinya dengan filosofinya, yaitu:

  1. Sifat BUMI, sebagai manusia harus dapat bersikap rendah hati, jujur dan dapat memberikan apa2 yang bersifat positif seperti halnya dengan bumi yang kita pijak (welas asih murah hati ).
  2. Sifat LANGIT atau ANGKASA. Sebagai manusia hendaknya harus dapat berwibawa dan berguna / bermanfaat seperti halnya langit yang senantiasa memberi hujan kepada bumi agar kehidupan di bumi dapat terjaga. (jembar manah, ‘lapang dada’).
  3. Sifat MATAHARI, sebagai manusia harus dapat memberikan semangat / motivasi baik kepada diri sendiri maupun pada orang lain seperti halnya matahari yang senantiasa memberikan sinar / energinya.(tempat tumpuan kehidupan)
  4. Sifat SAMUDERA, sebagai manusia hendaknya mempunyai cara pandang yang luas dan mampu menampung segala masalah seperti halnya lautan yang tiada bertepi dan menampung semua yang masuk ke lautan.(tiada menonjolkan diri)
  5. Sifat REMBULAN, sebagai manusia hendaknya dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti indahnya rembulan dan dapat menjadi penerangan selagi dalam kegelapan seperti halnya rembulan yang bersinar dimalam hari. (tempat pemberian pitutur, nasehat luhur).
  6. Sifat BINTANG atau KARTIKA, sebagai manusia hendaknya dapat menjadi panutan seperti halnya bintang dilangit yang dijadikan petunjuk arah bagi pelaut yang sedang berlayar di waktu malam. (kokoh dalam bertindak dan tidak mudah tergoyahkan dalam arti tidak mudah terpengaruh).
  7. Sifat ANGIN atau UDARA sebagai manusia hendaknya dapat memberikan perasaan yang sama dan tidak pilih kasih seperti udara yang ada di setiap pelosok dan dapat dirasakan oleh semua orang tanpa membedakan usia, pangkat dan derajat dan lain-lain. (Adil tanpa membeda-bedakan).
  8. Sifat API, sebagai manusia hendaknya dapat bersikap konsisten tetapi tegas dan berani bertindak tanpa pandang bulu seperti halnya api yang membakar apa saja yang menghadang, misalnya saja penegakan hukum atau pemberantasan korupsi, kejahatan, maka para pejabat harus mempunyai nyali seperti api.

Ke-8 sinar dengan warna keemasan atau “GOLD” itu dimaksudkan supaya kemakmuran senantiasa terwujud dengan karakteristik pemimpin-pemimpin bangsa yang sesuai dengan filosofi ke-8 sinar tersebut. Selain itu terdapat dua Ring berwarna Platinum pada pangkal sinar melambangkan persatuan internal suatu organisasi, supaya berpangku tangan bersama masyarakat untuk tercapai dan terciptanya stabilitas dan integrasi nasional di tengah-tengah kemajemukan rakyat Indonesia. Satu yang terpenting di tengah-tengah lingkaran persatuan itu adalah nama kebanggaan himpunan yaitu HIMAP dengan degradasi warna merah pada hurup M besar melambangkan mahasiswa yang menjadi sumber dari ke-8 Sinar Surya Majapahit dengan 8 karakter pemimpin yang harus dimiliki.

Pasal 18

 

Berikut adalah lirik mars HIMAP :

 

Dibawah merah putih

Berazaskan Pancasila

Kami berjuang bersama

Untuk ibu pertiwi

Gerak berani dan suci

Jiwa mahasiswa

Bersama HIMAP kami tekadkan

Bersama HIMAP kami kabarkan

Mahasiswa ilmu pemerintahan

Berbakti untuk negara

Mahasiswa ilmu pemerintahan

Mengabdi untuk bangsa

HIMAP  JAYA  2X

Dari Brawijaya

HIMAP  JAYA  2X

Untuk Indonesia